KASUS PENANGANAN RESISTENSI DI
DALAM PERUSAHAAN
RESISTANCE TO CHANGE (STUDI DESKRIPTIF PADA PERUBAHAN PERATURAN DI PT. MITRA SENTOSA PLASTIK INDUSTRI SEMARANG)
1. Apa yang dialami PT. Mitra Sentosa plastik
industri Semarang?
PT. Mitra Sentosa Plastik Industri, Semarang yang
merubah peraturan perusahaannya. PT. Mitra Sentosa Plastik Industri merupakan
perusahaan yang bergerak dalam
bidang produksi plastik, yang memproduksi berbagai
kemasan plastik seperti cup, botol, tutup botol,
dan sedotan. Perusahaan ini memiliki 300 karyawan dan
berlokasi di Kawasan Industri Candi, Semarang. Untuk meningkatkan produktivitas
perusahaan, perusahaan menerapkan cara efisiensi untuk merubah peraturan
organisasi yang dilakukan oleh perusahaan. Meskipun perubahan adalah suatu
kejadian universal dan tidak dapat dihindarkan
hal ini jarang terjadi dengan cara yang lancar mudah dan seimbang.
2. Perusahaan
mau berubah kearah mana?
Perubahan peraturan yang terjadi di PT. Mitra
Sentosa Plastik Industri ini menimbulkan sikap resistensi dari para
karyawannya. Resistensi disebabkan oleh karyawan yang izin kantor harus menulis
KCMP (Kartu Catatan Meninggalkan Pekerjaan), pekerjaan 3 mesin extruder
dikerjakan oleh 2 orang, pergantian shift kerja lebih awal, pemotongan straw (sedotan) menggunakan mesin potong, biaya pengeluaran
setiap divisi menggunakan sistem budgeting
setiap bulannya, dan adanya target output
(penjualan) tiap bulannya. Ketidakpahaman dengan peraturan baru dapat
menimbulkan keenganan atau kecenderungan menolak perubahan karena menganggap
bahwa pola lama lebih mudah. Kondisi ini memunculkan tantangan – tantangan
perubahan berupa kekecewaan yang bersumber pada manusia. Salah satu masalah yang timbul bersumber dari sumber daya manusia
(dalam hal ini karyawan)
yang memiliki kecenderungan kebal pada perubahan (resistance to change).
3. Bagaimana
perusahaan menangani resistensi tersebut?
Dalam menerapkan peraturan yang baru perusahaan perlu mengetahui tingkat resistance to change karyawannya terlebih dahulu ketika ingin menerapkan suatu peraturan yang baru di dalam organisasinya. Dengan tingkat resistance yang tinggi pada karyawannya perusahaan tidak akan bisa menerapkan peraturan yang baru pada organisasinya. Tingkat Resistance to change di PT. Mitra Sentosa Plastik Industri tergolong rendah, maka sikap karyawan akan meningkat atau mendukung terhadap perubahan. Itu artinya perusahaan sudah dapat menerapkan perubahan peraturan yang baru untuk diterapkan kepada karyawan dan di harapkan perusahaan dapat mempertahankan tingkat resistance to change di perusahaan agar tetap rendah dengan cara memberikan informasi, pelatihan serta penyuluhan kepada karyawan ketika ada perubahan peraturan yang baru. Karena hal tersebut dapat memberikan keterlibatan dan dukungan dari karyawan terhadap perubahan peraturan yang akan diterapkan.
Sangat membantu. Terima kasih.
BalasHapusSama-sama kakak, semoga bermanfaat
HapusJangan lupa mampir ke blog saya mbak
BalasHapus